Follow by Email

Rabu, 12 Maret 2014

Beberapa Hal Penting Yang Perlu Ditanamkan Pada Diri Anak

Berbicara mengenai anak, terkadang sebagai orang tua kita sering lupa akan beberapa hal penting yang perlu ditanamkan pada diri anak agar anak tersebut tidak menjadi pribadi yang tidak baik dalam berperilaku. Tentunya setiap orang tua tidak ingin jika anak mereka kelak menjadi orang yang gagal dalam hal prestasi,tingkah laku,agama,dan lain - lain. Tetapi terkadang kita sebagai orang tua juga sering melupakan beberapa point - point penting dalam mendidik pribadi anak - anak kita. Fakta yang terjadi di era saat ini adalah orang tua sering membiarkan anak - anak mereka mempelajari suatu hal yang benar - benar ingin mereka ketahui tanpa ada pendampingan / pengawasan dari orang tua mereka. Dan yang membuat saya prihatin dan mempunyai ide untuk membuat artikel ini adalah apa yang saya lihat disekitar lingkungan saya, para orang tua membiarkan anaknya bermain apapun yang mereka suka tanpa ada pengawasan, dan kalaupun ada pengawasan mereka hanya berteriak dari jauh jika anak tersebut di rasa salah tanpa ada tindak lanjut untuk menasehati. Dan hal itu yang membentuk pola pikir seorang anak bahwa " apa yang saya lakukan bukanlah sebuah kesalahan yang besar, dan saya tidak akan mendapatkan sanksi jika saya lakukan hal itu lagi ".

Contoh kasus : seorang anak yang sedang bermain dengan teman sebayanya, tiba - tiba memukul temannya karena temannya tidak mau memberi apa yang ingin dipinjamnya, dan ketika orang tua dari anak itu mengetahui jika anaknya memukul temannya, orang tua tersebut hanya berkata dari jauh " hey nak, jangan memukul ". Dan apa yang akan terjadi pada anak saat dia mulai bertambah umur? anak terebut mempunyai kemungkinan besar akan menjadi anak yang suka memaksakan kehendaknya terhadap teman - temannya, bahkan bisa saja si anak menjadi suka memalak temannya dan jika tidak berhasil dia akan memukul temannya tersebut.

Hal diatas terjadi karena si anak merasa jika memukul bukanlah hal yang bisa membuat dia kena marah atau nasehat dari orang tuanya. Sungguh hal yang tidak pernah kita duga sebelumnya bukan? ya terkadang kita melupakan hal - hal demikian dan menganggap dengan bertambahnya umur anak, maka anak tersebut akan mengerti mana yang baik dan mana yang tidak baik. Tapi sebenarnya itu bukan sebuah kemungkinan besar dalam pertumbuhan pribadi si anak.

Nampaknya kita sebagai orang tua harus belajar lebih banyak tentang beberapa hal yang perlu di tanamkan pada diri anak, kita tidak bisa begitu saja membiarkan anak kita menjadi pribadi yang gagal dalam segala hal, apa lagi dengan menyalahkannya dikemudian hari ketika sang anak sudah menjadi pribadi yang gagal. Karena tidak dapat di pungkiri lagi bahwa terkadang kita lalai akan apa yang seharusnya kita ajarkan kepada anak kita, mana hal yang baik dan mana yang buruk, apa saja yang tidak boleh di lakukan, ajaran agama yang seharusnya menjadi faktor terpentingpun terkadang kita melupakannya. Apa lagi di era teknologi seperti sekarang, anak - anak bisa dengan mudah mengakses segala hal yang bisa membuat mereka menjadi pribadi yang gagal di masa mendatang melalui teknologi yang ada jika kita kurang dalam mengawasi mereka.

Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu kita tanamkan pada diri anak, agar dimasa mendatang anak - anak kita bisa menjadi pribadi yang sukses dalam segala hal terutama agama.

Mengajarkan anak bertingkah laku sesuai norma - norma yang ada sejak dini.
Kita harus mengajarkan dasar - dasar norma yang ada dikehidupan kita kepada anak kita, hal ini bisa kita mlai dengan diri kita yang selalu bertingkah sesuai norma, karena anak akan mempelajari sesuatu mulai dari apa yang dilakukan oleh orang tua-nya.

Memberi nasehat - nasehat kepada anak.
Kita bisa memulai dari menasehatinya jika apa yang diinginkan si anak memang tidak baik untuk kesehatannya atau dirinya. misalnya : ketika si anak menangis meminta makanan yang dilihatnya di luar, sedangkan anda sebagai orang tua tahu bahwa si anak tidak boleh memakan makanan tersebut dikarenakan bisa menyebabkan sakit pada perut. maka orang tua seharusnya memberi pengertian kepada anak tersebut mengenai hal buruk itu, bukannya malah memarahi si anak.

Menanamkan nilai - nilai beragama pada anak.
Ya menanamkan nilai - nilai beragama adalah menjadi hal yang mutlak harus kita berikan kepada anak. Karena tidak ada 1 hal burukpun yang diajarkan oleh semua agama.

Mengajarkan anak untuk tidak berbohong dan selalu jujur.
Orang tua tidak hanya mengajarkan tetapi harus bisa memberi contoh kepada anak-anak bahwa mereka pun tidak berbohong. Bila anak mengetahui orang tua berbohong maka jangan harap anda berhasil mengajarkan pelajaran ini kepada anak anda. Dia akan meniru apa yang telah anda contohkan.

Ajarkan pada anak tentang berbagi.
Bila anda memiliki 2 orang anak, ajarkan untuk saling berbagi baik itu makanan, minuman atau mainan anak. Bila anda memiliki anak tunggal anda dapat mengajak atau mengundang teman anak anda untuk main bersama dengan si kecil, anda dapat mengajarkan anak anda hal berbagi mainan atau makanan dengan teman bermainnya, dengan demikian si kecil akan belajar satu hal bahwa ”berbagi dengan sesama itu adalah hal yang baik ”. hal ini bisa menghindarkan anak dari sifat ingin menang sendiri.

Ajarkan anak untuk membicarakan masalahnya kepada keluarga.
Ini adalah hal penting yang paling sering dilupakan oleh orang tua. jika kita mengajarkan anak kita untuk terbuka kepada kita, maka suatu saat dia bisa menjadi pribadi yang terbuka dan bisa menyelesaikan segala masalah dengan membicarakannya kepada orang tua. Misal : si anak sedang mengalami masalah dengan teman sekolahnya, dia akan lebih memilih meminta pendapat kepada orang tua dari pada terus memikirkan masalah itu sendiri sehingga pelajarannya terganggu.

Tanamkan rasa percaya diri kepada anak.
kebanyakan orang tua hanya bisa menganalisa tingkat kepercaya dirian sang anak ketika mereka mulai bertambah umur tanpa memupuk rasa percayadiri kepada sang anak. Ingat rasa percaya diri si anak sangat penting dan dibutuhkan si anak kelak ketika ia dewasa.

Sikap memaafkan.
Ajarkan kepada anak kita untuk menjadi pribadi yang bisa memaafkan, dengan cara mengajarkan anak untuk memaafkan temannya yang telah mengusilinya.

Jika hal - hal di atas bisa kita ajarkan terhadap anak kita, kemungkinan besar pola pikir anak kita akan lebih tertata dan terarah, sehingga kelak dia bisa membedakan mana yang baik untuk dirinya dan mana yang tidak seharusnya dia kerjakan karena itu tidak baik untuk dirinya. Karena pada dasarnya tingkat kecerdasan setiap anak itu tidak sama, dan itu berpengaruh terhadap cara pandang mereka maupun pola pikir mereka.

Selasa, 12 Juli 2011

BUKU EDUKASI ANAK BALITA: PARENTING

BUKU EDUKASI ANAK BALITA: PARENTING: "Gemar Membaca (sumber : kak-seto.com) Buku adalah jendela pengetahuan. Dengan membaca buku, kita dapat menyerap banyak informasi, dapat be..."

Senin, 13 Juni 2011

PARENTING

Gemar Membaca
(sumber : kak-seto.com)
Buku adalah jendela pengetahuan. Dengan membaca buku, kita dapat menyerap banyak informasi, dapat berkelana ke berbagai negara, bahkan ke dunia dongeng sekalipun. Pendeknya, dengan membaca, wawasan pengetahuan kita akan semakin luas. Namun, sayangnya tidak semua anak gemar membaca. Nah, bagaimana caranya membuat anak kita gemar membaca?
Kenalkan buku sejak dini.
Buku cerita yang cocok untuk balita adalah yang memiliki banyak gambar dengan tulisan yang sedikit. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada gambar yang hitam putih. Biarkan anak memilih sendiri buku yang ingin dibacanya, sehingga ia lebih antusias dalam membaca.
Bacakan buku cerita dengan menarik.
Dalam membaca cerita, usahakan sehidup mungkin sehingga anak dapat merasa seolah-olah berada di dalam cerita tersebut. Atur nada suara dan bumbui dengan gerakan-gerakan tubuh yang berekspresi untuk membangun suasana yang hidup. Bahkan bayi pun dapat menikmati buku yang dibacakan, yaitu dari irama suara dan kehangatan tubuh pembaca yang memangkunya.
Model orang tua.
Orang tua harus menjadi contoh yang baik. Bila orang tua gemar membaca, menyediakan bacaan yang memadai dan mengatur suasana rumah yang mendukung untuk membaca, maka niscaya anak akan ikut gemar membaca.